log in

Nasional

DKI dan Jateng Berbagi Emas di Hari Pertama Kejurnas Tenis Meja Kelompok Umur

Tim DKI vs Bali Tim DKI vs Bali
Taksir item ini
(1 Pilih)

Di hari pertamanya, enam regu putra dan enam regu putri berhasil melangkah ke babak ke-2 Kejurnas Tenis Meja Kelompok Umur PP PTMSI yang dilaksanakan di GOR LILa Bali sejak kemarin tanggal 20 maret 2014, yaitu regu putra Jatim, Sulbar, DKI jakarta, Bali, Banten dan Jateng, sementara itu regu putri yang berhasil maju ke babak berikutnya adalah DKI jakarta, DIY, Bali, Jateng, Jambi dan Jatim. Pertandingan kemudian dilanjutkan dimulai di sesi siang pukul 13.00 untuk memastikan 4 tim putra dan 4 tim putri maju ke babak semifinal dan final. Dan hari ini tanggal 22 maret 2014 akan dilanjutkan babak penyisihan perorangan kadet putri dan junior putra putri.

Belum terlihat kejutan mulai babak penyisihan hingga memasuki babak kedua, tim-tim unggulan belum menemui lawan2 yang berarti seperi DKI jakarta, Jatim dan Jateng. DKI dan Jateng akhirnya berbagi emas di nomor kategori Beregu Kejurnas Kelompok Umur tersebut. Regu putra DKI yang beranggotakan Kevin Fabian, Rafi Ramadhan dan Taufik Zikri berhasil mematahkan perlawanan regu Jawa Tengah dengan skor 3-2. Pemain yang berperan sebagai penentu kemenangan di partai final ini adalah pemain muda DKI dengan servis yang terkenal sulit, Rafi Ramadhan setelah berhasil mengalahkan pemain Jateng, Pungkas Prastowo Aji dengan skor 3-2.

Sementara regu putri DKI harus mengakui keunggulan pasukan Jawa Tengah dan kalah dengan skor 1-3. Satu-satunya kemenangan tim putri DKI diperoleh dari tunggal ke-2nya, Wiwin setelah berhasil mengalahkan Annisa dengan skor 3-1, sementara Novita Oktariyani harus mengakui keunggulan Lilis Indriyani dengan skor 1-3, tim putri DKI agak kewalahan menghadapi ketiga atlit Jateng dengan tipe permainan yang hampir sama, mengandalkan karet bintik pada backhand, dikombinasi forehand loop dan smash keras di sisi forehandnya. Terlihat sekali anggota tim DKI mengalami kesulitan dengan tipe permainan yang demikian.

Sementara itu kontingen Tenis Meja tuan rumah, Bali berhasil meraih dua perunggu pada kategori beregu putra dan putri ini bersama dengan tim dari Jatim. "Awalnya hanya memasang target bisa lolos ke delapan besar. Syukur bisa menyabet dua medali perunggu," kata Ketua Umum Pengprov PTMSI Bali, Ny. Bintang Puspayoga di Denpasar, Jumat malam. Ia mengaku berbangga atas prestasi yang berhasil diraih atlet-atlet yunior Bali pada laga yang diikuti 235 atlet dari 25 Pengprov se-Indonesia. Kedua perunggu tersebut diraih setelah tim beregu berjuang dengan gigih melawan atlet-atlet andalan (DKI) Jakarta dan Jawa Tengah yang berhasil lolos ke final. 

Pada babak semifinal beregu putra, atlet Jawa Tengah, Danang harus bekerja keras untuk mengalahkan atlet Bali, Sugita. Melalui perjuangan panjang Danang akhirnya berhasil mengungguli Sugita dengan skor 16-14 dan 11-7 di kedua set awal tersebut.  Pada set ketiga dan keempat semangat Sugita tumbuh sehingga perjuangan keras Sugita berhasil menghadang laju Danang. Atlet Jateng tersebut berhasil ditekuk dengan skor 9-11 dan 12-14 untuk kemenangan Sugita. Namun sayang pada set penentuan perjuangan Sugita harus kandas di angka 11-8 untuk kemenangan atlet Jateng Danang. Perjuangan yang sama juga ditunjukkan oleh atlet Bali, Tedja yang turun di game kedua ketika menghadapi atlet Jateng, Rido. Sempat unggul di set pertama dengan skor 11-7, laju Tedja harus kandas di tiga set berikutnya dengan skor 8-11, 7-11, 9-11 untuk kemenangan Rido. Di nomor ganda beregu putra, dua atlet Bali Tedja dan Redy juga menunjukkan perlawanan yang gigih melawan ganda Jateng yang menurunkan Pungkas dan Danang. Sempat unggul di set kedua, namun keduanya harus mengakui keunggulan lawan di set-set berikutnya. Pungkas dan Danang berhasil membawa tiket ke final bagi kontingen beregu putra Jateng setelah menundukkan Tedja dan Redi dengan skor 3-1.

Sementara itu, di nomor kategori beregu putri, atlet Bali juga berhasil meraih perunggu setelah perjuangannya menuju babak berikutnya dikandaskan oleh atlet beregu putri DKI Jakarta. Pada game pertama yang mempertandingkan Ona (Bali) melawan Novita (DKI Jakarta) kemenangan berada di pihak DKI Jakarta dengan skor telak langsung 3-0. Pada game kedua, Bali yang menurunkan Mahayoni berhasil membalas dendam dengan menekuk perlawanan Wiwin lewat perjuangan panjang. Mahayoni berhasil mengungguli Wiwin dengan skor 3-2. Namun sayang, pada game berikutnya perjuangan atlet Bali yang menurunkan ganda Desak dan Ona harus menelan pil pahit ketika melawan atlet DKI Jakarta Nur Fitria dan Wiwin yang unggul dengan skor 3-0. Begitu juga dengan partai keempatnya, Mahayoni harus mengakui keunggulan Nur Fitria dengan skor 3-1 untuk kemenangan atlet DKI Jakarta.

Masuk untuk memberikan komentar

Log in or create an account

fb iconLog in with Facebook